, ,

DLH Gandeng CSR, 6 Taman di Kota Batu Bakal Dibenahi dengan Konsep Baru

oleh -694 Dilihat

Revitalisasi 6 Taman Tematik Kota Batu: DLH Gandeng Forum CSR untuk Wujudkan Ruang Publik Lebih Kreatif dan Edukatif

Kota Batu- terus berkomitmen meningkatkan kualitas ruang publiknya. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup DLH setempat tengah menyiapkan konsep revitalisasi 6 taman tematik yang tersebar di berbagai lokasi. Tujuannya, menciptakan ruang hijau yang tidak hanya asri, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan daya tarik wisata.

DLH Gandeng CSR, 6 Taman di Kota Batu Bakal Dibenahi dengan Konsep Baru
DLH Gandeng CSR, 6 Taman di Kota Batu Bakal Dibenahi dengan Konsep Baru

Baca Juga :  PHRI Kota Batu Protes Royalti Musik Restoran Dihitung per Kursi, Pengusaha Keluhkan Beban Berat

Enam Taman yang Akan Dibenahi

Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, mengungkapkan bahwa enam taman yang akan direvitalisasi meliputi:

  1. Taman Kenanga

  2. Taman Wilis

  3. Taman Temas

  4. Zero Waste Edupark TPA Tlekung

  5. Taman Dadaprejo

  6. Taman Sultan Agung

“Kami sedang menyusun kajian mendalam untuk menentukan desain dan konsep terbaik bagi keenam taman ini. Untuk Hutan Kota Bondas, kajian teknisnya sudah selesai,” jelas Dian dalam keterangannya belum lama ini.

Pola Pembiayaan: Kolaborasi APBD dan CSR

Pemerintah Kota Batu tidak ingin mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sepenuhnya. Sebagai gantinya, DLH membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami sudah memiliki Forum CSR yang difasilitasi Bapelitbangda. Ini bisa menjadi mitra strategis dalam pembangunan taman-taman tematik,” ujar Dian, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Batu.

Ia mencontohkan, sejumlah taman di Kota Malang—seperti di Jalan Ijen—telah berhasil dibangun dengan skema serupa. “Ada taman yang lampunya merupakan hibah dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Artinya, pola kolaborasi seperti ini sangat mungkin diterapkan di Batu,” paparnya.

Tetap Jaga Konsep Tematik, Hindari Over-Branding

Meski melibatkan CSR, Dian menegaskan bahwa revitalisasi taman tidak akan mengorbankan konsep tematiknya. “Kami tidak ingin taman-taman ini dipenuhi branding perusahaan hingga kehilangan ciri khasnya. Nanti akan disesuaikan, misalnya tema pengolahan sampah bisa bekerja sama dengan perusahaan pengelola limbah, atau tema konservasi alam dengan pelaku industri ramah lingkungan,” jelasnya.

Taman dengan Nilai Edukasi dan Sejarah

Salah satu taman yang akan mendapat perhatian khusus adalah Taman Wilis, yang dulunya merupakan tempat pembuangan sampah. “Kami berencana mengubahnya menjadi taman edukasi pengolahan sampah. Masyarakat bisa belajar tentang daur ulang dan pengelolaan limbah di sini,” tambah Dian.

Sementara itu, Zero Waste Edupark TPA Tlekung akan dikembangkan sebagai pusat pembelajaran lingkungan, khususnya dalam hal pengurangan sampah dan gaya hidup berkelanjutan.

Target Pelaksanaan: Akhir 2025 hingga 2026

DLH menargetkan revitalisasi bisa dimulai pada akhir tahun 2025 atau awal 2026, tergantung kesiapan anggaran dan komitmen mitra CSR. “Kami ingin prosesnya berjalan efektif, tidak terburu-buru, tetapi hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Dian.

Dengan pendekatan kolaboratif ini, Kota Batu berharap bisa memiliki ruang publik yang lebih hidup, edukatif, dan menjadi destinasi favorit warga maupun wisatawan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.