, ,

Inovasi Pemulihan Di Desa Bersinar Batu Pikat Perhatian Pimpinan Tertinggi BNN

oleh -265 Dilihat

Dari Pemulihan Menuju Kemandirian: Kepala BNN Apresiasi Inovasi Pemberdayaan Penyintas Narkoba di Desa Bulukerto, Batu

Kota Batu- Sebuah kisah inspiratif tentang bangkitnya semangat dan pulihnya masa depan tengah ditorehkan oleh para penyintas narkoba di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Cerita haru dan sukses ini menarik perhatian langsung dari pucuk pimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Drs. Suyudi Ario Seto, yang melakukan kunjungan kerja khusus untuk menyaksikan secara dekat inovasi pemulihan yang dilakukan di desa yang dikenal sebagai “Desa Bersinar” ini.

Inovasi Pemulihan Di Desa Bersinar Batu Pikat Perhatian Pimpinan Tertinggi BNN
Inovasi Pemulihan Di Desa Bersinar Batu Pikat Perhatian Pimpinan Tertinggi BNN

Baca Juga : Listrik PLN Tancap Gas, Pesona Bawah Laut Lembeh Bersinar di FPSL 2025

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial belaka

Dalam kunjungannya, Kepala BNN menyelami langsung dinamika dan atmosfer pemulihan yang diterapkan. Dengan penuh antusias, ia berkeliling melihat berbagai aktivitas produktif yang menjadi terapi dan sumber penghidupan baru bagi para penyintas. Salah satu fokus kunjungan adalah pasar tanaman bonsai, di mana para mantan pecandu tidak hanya mempelajari seni merawat tanaman miniatur ini, tetapi juga mengubahnya menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Interaksi hangat pun terjalin antara Suyudi dan para penyintas yang dengan bangga memamerkan hasil karya mereka.

Tak bisa menyembunyikan kekagumannya, Suyudi mengaku sangat terkesan dengan model pemberdayaan yang diterapkan. Ia melihat bahwa pelatihan dan pembudidayaan tanaman bonsai telah menjadi terapi yang efektif, mengalihkan ketergantungan pada narkoba menjadi kecintaan pada keindahan dan kesabaran. Lebih dari itu, kegiatan ini telah berhasil mengembalikan produktivitas dan rasa percaya diri mereka.

Apresiasi setinggi-tingginya juga ditujukan kepada Pemerintah Desa setempat

“Saya melihat komitmen yang sangat kuat dari pemerintah desa dalam memberikan dukungan penuh dan wadah yang tepat bagi para penyintas untuk bangkit. Dukungan seperti inilah yang menjadi kunci kesembuhan,” ujarnya.

Ia kemudian memerinci berbagai program yang ia saksikan. “Di taman ini, kami tidak hanya melihat seni bonsai. Ada juga pelatihan soft skill membatik yang digeluti oleh para ibu-pora dengan penuh semangat. Selain itu, ada pula kegiatan produktif lain seperti pembudidayaan tomat dan ikan lele dalam satu sistem terpadu. Yang membanggakan, melalui keterampilan ini, para penyintas tidak hanya mendapatkan sertifikat sebagai bukti kompetensi, tetapi yang terpenting, mereka telah memperoleh penghasilan yang halal dan menopang kehidupan mereka.”

Di akhir kunjungannya, Suyudi menyampaikan harapan besarnya

“Impian kami besar. Harapannya, melalui program ini, para penyintas tidak hanya sembuh, tetapi dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif, mandiri, dan berkontribusi.

Ia kemudian memerinci berbagai program yang ia saksikan. “Selain seni bonsai yang mengagumkan, di taman ini kami juga menyaksikan pelatihan soft skill membatik yang digeluti oleh para ibu-pora dengan penuh semangat. Selanjutnya, ada pula kegiatan produktif lain seperti pembudidayaan tomat dan ikan lele dalam satu sistem terpadu.

Di akhir kunjungannya, Suyudi menyampaikan harapan besarnya

Ke depan, BNN berkomitmen untuk menduplikasi model pemberdayaan serupa di berbagai daerah, sehingga semakin banyak penyintas yang merasakan manfaatnya.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.