Merangkai Harapan dalam Setiap Garisan: Perjuangan Inspiratif Rahmatulloh, Desainer Difabel Asal Kediri yang Mengubah Keterbatasan Menadi Karya
Kediri – Di sebuah rumah sederhana di Desa Semen, Kediri, tangan Rahmatulloh (23) bergerak lincah menggerakkan mouse khusus di atas meja kerjanya. Dengan konsentrasi penuh, pemuda dengan cerebral palsy ini menyempurnakan desain terbarunya – sebuah ilustrasi digital tentang kesetaraan difabel. Inilah kisah luar biasa tentang bagaimana seorang pemuda dengan keterbatasan fisik mampu menaklukkan dunia desain grafis dan menjadi inspirasi bagi ribuan orang.
Awal Perjalanan yang Penuh Tantangan
Rahmatulloh kecil tidak pernah mengira akan menemukan jalannya di dunia kreatif. Lahir dengan kondisi cerebral palsy, ia harus berjuang dengan:
-
Keterbatasan gerak pada tangan dan kaki
-
Kesulitan berjalan tanpa bantuan
-
Pandangan skeptis dari lingkungan sekitar
“Saat SD, saya sering diejek karena cara berjalan dan bicara saya yang berbeda,” kenang Rahmatulloh dengan getir. Namun, sang ibu, Siti Aminah (45), selalu menyemangati: “Nak, Tuhan pasti punya rencana khusus untukmu.”
Titik Balik di Dunia Digital
Perjalanan kreatif Rahmatulloh dimulai secara tak terduga pada 2018 ketika ia secara tidak sengaja menonton tutorial desain grafis di YouTube. Dengan:
-
Komputer bekas pemberian pamannya
-
Mouse khusus yang dimodifikasi agar bisa digerakkan dengan stabil
-
Software gratis seperti Inkscape dan Canva
Ia mulai belajar secara otodidak selama 12-14 jam sehari. “Awalnya sangat sulit. Butuh berminggu-minggu hanya untuk menguasai tool dasar,” ujarnya.

Baca juga: Sungai Paron Meluap, Jalan dan Permukiman di Bumiaji Kota Batu Tergenang Banjir
Karya yang Bercerita
Desain Rahmatulloh bukan sekadar gambar, melainkan medium penyampai pesan:
-
“Different But Equal”: Seri ilustrasi tentang kehidupan difabel
-
“Warna-Warni Kediri”: Koleksi ikon kota kelahirannya
-
“Suara dalam Diam”: Eksplorasi komunikasi non-verbal
“Setiap karya adalah bagian dari perjalanan saya. Garis-garis yang tidak sempurna itu justru menjadi ciri khas,” jelasnya.
Prestasi yang Membanggakan
Dalam tiga tahun terakhir, Rahmatulloh telah:
-
Memenangkan Lomba Desain Nasional Difabel Kreatif 2022
-
Diundang sebagai pembicara utama di Webinar Inklusif Kemensos RI
-
Mendirikan D’Zain Art Studio dengan 15 klien tetap
-
Karyanya dipamerkan di Galeri Nasional Jakarta
Dampak Sosial yang Luas
Kisah Rahmatulloh telah menginspirasi:
-
Pembentukan Komunitas Difabel Kreatif Kediri (50+ anggota)
-
Kebijakan inklusif Pemda Kediri di bidang pelatihan vokasional
-
Perubahan persepsi masyarakat tentang kemampuan difabel
Hambatan yang Masih Dihadapi
Meski sukses, perjuangan belum berakhir:
-
Workspace yang belum sepenuhnya aksesibel
-
Keterbatasan peralatan profesional
-
Biaya operasional studio yang masih tergantung pada proyek
Visi untuk Masa Depan Rahmatulloh
Dengan semangat pantang menyerah, Rahmatulloh bercita-cita:
-
Membangun inkubator desain untuk difabel
-
Menciptakan brand merchandise sosial
-
Menjadi mentor bagi desainer difabel muda
“Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari kreativitas. Justru dari situlah keunikan lahir,” tegasnya.
Bagaimana Kita Bisa Mendukung Rahmatulloh?
Masyarakat dapat berpartisipasi melalui:
-
Kolaborasi proyek dengan D’Zain Art
-
Donasi peralatan melalui platform kitabisa.com
-
Penyebaran kisah inspiratif ini ke lebih banyak orang
#DifabelBerkarya #DesainMenginspirasi #KediriBangkit





