Tragedi di Atas Pasar Among Tani: Pekerja Tewas Usai Jatuh dari Ketinggian Akibat Talang Air yang Keropos
Kota Batu- Suasana hiruk-pikuk Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, tiba-tiba berubah menjadi senyap dan mencekam pada Selasa siang, sekitar pukul 11.00 WIB. Sebuah insiden tragis merenggut nyawa seorang pekerja yang gugur dalam tugas. Agung (40 tahun), harus meregang nyawa setelah terjatuh dari ketinggian lantai 3 pasar saat sedang melakukan pekerjaan perbaikan talang air.

Baca Juga : 50 Persen Hotel dan Restoran di Kota Batu Patuh Bayar Royalti Musik
Kapolsek Batu Kota, AKP Muhammad Subhan, membenarkan peristiwa naas yang menimpa warga berusia 40 tahun tersebut.
Menurut Subhan, kecelakaan kerja ini terjadi di Zona Tujuh pasar induk yang cukup ramai itu. “Benar, kami telah menerima laporan adanya kecelakaan kerja yang berujung pada satu korban jiwa. Korban jatuh saat sedang memperbaiki talang air di atap pasar,” jelas Subhan kepada para wartawan yang meliput.
Lebih detail, Kapolsek memaparkan kronologi yang berhasil dihimpun dari keterangan sejumlah saksi mata. Awalnya, korban yang sadar akan risiko pekerjaannya, telah menggunakan alat pengaman diri (APD) dengan prosedur yang benar. Namun, malang tak dapat ditolak. Menjelang waktu istirahat, Agung melepas pengamannya untuk bersiap turun. “Saat melangkah untuk turun, tanpa diduga, kakinya menginap bagian talang air yang sudah keropos dan lapuk. Material talang itu tidak kuat menahan bobot tubuhnya, sehingga korban terhempas dan jatuh bebas ke lantai dasar,” tutur Subhan, menggambarkan detik-detik mengerikan sebelum Agung jatuh.
Tim medis yang datang ke lokasi hanya bisa memastikan bahwa nyawa korban tidak tertolong lagi. Mendapat laporan kejadian, jajaran Polsek Batu Kota langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan bukti.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Hasta Brata guna dilakukan pemeriksaan visum et repertum.
Kami masih mendalami kasus ini secara mendetail, termasuk meneliti apakah ada unsur kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja di lokasi, tandas AKP Subhan, menutup pernyataannya.
Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan kerja (K3) yang ketat, khususnya bagi pekerja yang bertugas di ketinggian dengan risiko tinggi. Keluarga besar korban pun kini berduka, menunggu proses hukum dan klarifikasi penyebab pasti dari insiden memilukan ini.
Tragedi merenggut Pekerja di Among Tani: Investigasi Berlanjut, Soroti Pentingnya K3
Tim penyidik kepolisian kini secara aktif memeriksa setiap sudut lokasi kejadian. Mereka mengamati dengan cermat kondisi talang air yang menjadi penyebab kecelakaan. Selanjutnya, para petugas juga mengumpulkan keterangan dari lebih banyak saksi, termasuk para pedagang dan pengelola pasar.
Sementara itu, manajemen Pasar Induk Among Tani menyampaikan duka citanya yang mendalam. Mereka segera berkoordinasi dengan keluarga untuk membantu proses pemakaman. Tidak hanya itu, pihak manajemen juga berjanji akan meninjau ulang seluruh protokol keselamatan kerja di area pasar. Mereka bertekad untuk memperbaiki segala kekurangan agar tragedi serupa tidak terulang.
Mendengar kabar duka ini, rekan-rekan sekerja Agung menyatakan shock dan kehilangan. Mereka mengenang Agung sebagai rekan yang murah senyum dan sangat profesional. Akan tetapi, peristiwa ini juga memunculkan kegelisahan di antara para pekerja mengenai standar keamanan di tempat mereka bekerja. Mereka mendesak agar semua pihak lebih memprioritaskan keselamatan pekerja.
Akibatnya, insiden ini memicu diskusi yang lebih luas di kalangan pengawas konstruksi dan tenaga kerja Kota Batu. Oleh karena itu, banyak pihak menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Selain itu, proses evakuasi jenazah pun berlangsung dengan khidmat. Petugas menggunakan ambulans untuk membawa almarhum ke rumah sakit. Kini, keluarga besar korban hanya bisa berdoa dan menanti hasil penyelidikan yang transparan dari kepolisian.





