, ,

Program Makan Gratis Khofifah Sudah Sentuh 1,9 Juta Warga Jatim

oleh -1024 Dilihat

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jatim Tembus 1,9 Juta Penerima, Khofifah: Dampaknya Luar Biasa!

Berita Kota Batu-  menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan capaian yang sangat menggembirakan: sebanyak 1,9 juta masyarakat Jatim telah merasakan langsung manfaat dari program prioritas nasional ini.

Program Makan Gratis Khofifah Sudah Sentuh 1,9 Juta Warga Jatim
Program Makan Gratis Khofifah Sudah Sentuh 1,9 Juta Warga Jatim

Baca Juga :  Gebyar PAUD di Kota Batu: Indomaret Ajak 1.500 Siswa Peduli Lingkungan

Capaian ini diumumkan Khofifah dalam acara Rapat Konsolidasi Program Prioritas Nasional Bidang Pangan yang digelar di Ruang Hayam Wuruk, Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Timur. Rapat ini dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet dan jajaran pemerintahan pusat, menandakan keseriusan dalam menyukseskan program ini.

Bukan Sekadar Makanan, Tapi Pengungkit Ekonomi Daerah

Khofifah menekankan bahwa keajaiban program MBG tidak hanya berhenti pada pemenuhan gizi bagi penerima manfaat. Program ini telah menjadi pengungkit ekonomi (multiplier effect) yang powerful bagi Jawa Timur.

“Dengan 714 Sentra Pemasaran Pangan Gotong Royong (SPPG) yang sudah beroperasi, dampaknya sangat luas,” jelas Khofifah. “Semakin cepat realisasi program ini, maka serapan tenaga kerja, UMKM lokal, dan produk pertanian dari petani kita pun semakin bagus. Ini adalah sebuah siklus ekonomi yang saling menguatkan.”

Artinya, setiap nasi kotak bergizi yang didistribusikan tidak hanya mengenyangkan anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dari hulu ke hilir.

Koordinasi Pusat-Daerah Kunci Percepatan

Meski optimis, Khofifah tidak menutup mata adanya tantangan. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah perlunya penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Beberapa kabupaten/kota dinilai masih lambat dalam memperbarui data penerima manfaat, yang secara langsung mempengaruhi kecepatan dan akurasi distribusi.

“Kami berterima kasih kepada Pak Menteri Dalam Negeri yang telah aktif mengkoordinir. Memang, koordinasi ini harus terus ditingkatkan, tidak hanya untuk MBG, tetapi juga untuk program lain seperti bedah rumah dan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP),” ungkapnya.

Pesantren: Potensi Besar untuk Dijangkau

Khofifah juga menyoroti potensi besar yang masih bisa digarap, yaitu pesantren. Dari total kebutuhan 3.545 SPPG untuk Jawa Timur, percepatan bisa lebih signifikan lagi jika basis pesantren ter-cover secara lebih maksimal.

“Baru sekitar 6.000 santri yang tercatat sebagai penerima, padahal kita punya pesantren besar dengan puluhan ribu santri. Jika pesantren bisa terjangkau semua, lompatan capaian kita akan sangat besar,” tegasnya.

Untuk memastikan distribusi semakin merata dan tepat sasaran, Khofifah mendorong optimalisasi peran Satgas MBG di daerah melalui sosialisasi massif dan penguatan sistem informasi. Bahkan, sebuah gedung kecil di depan Grahadi sedang dipertimbangkan untuk dijadikan lokasi strategis SPPG.

Apresiasi dari Pemerintah Pusat

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang hadir dalam rapat tersebut, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian Jawa Timur. Ia menyebut Jatim sebagai penyemangat bagi jajarannya.

“Kita ini kelelahan, tapi kalau sudah sampai Jawa Timur semangat lagi,” ujar Zulkifli dengan nada bangga.

Ia mengonfirmasi bahwa hingga pertengahan Agustus 2025, program MBG telah menjangkau lebih dari 20 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, dengan Jawa Timur sebagai kontributor utama dan salah satu provinsi dengan capaian tertinggi.

Kerja ini harus bareng-bareng. Tanpa dukungan semua pihak, tidak mungkin bisa.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.