, ,

Rumah Kompos Kota Batu Dioptimalkan untuk Atasi Sampah Organik Hingga 1 Ton per Hari

oleh -1121 Dilihat

Solusi Hijau Kota Batu: Rumah Kompos Dioptimalkan Tangani Sampah Organik Hingga 1 Ton per Hari

Kota Batu – Pemerintah Kota Batu terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Salah satu langkah nyata yang tengah dioptimalkan adalah pemanfaatan Rumah Kompos, fasilitas pengolahan sampah organik yang kini mampu menangani hingga 1 ton limbah organik per hari.

Rumah Kompos ini menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah ramah lingkungan, terutama dalam mengatasi sampah dari pasar tradisional, rumah tangga, dan restoran yang jumlahnya terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas pariwisata di Kota Batu.

Menjawab Masalah Sampah dari Akar

Sampah organik merupakan jenis sampah yang paling mendominasi di Kota Batu, mencapai lebih dari 60% dari total timbulan sampah harian. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah jenis ini akan menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menimbulkan bau tidak sedap, mencemari lingkungan, dan menyulitkan proses pemrosesan lanjutan.

Rumah Kompos hadir sebagai solusi nyata. Dengan sistem kerja yang terorganisir, fasilitas ini mengolah sisa makanan, daun kering, limbah sayur, dan buah-buahan menjadi kompos berkualitas tinggi yang bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, khususnya petani dan penggiat pertanian urban.

Didukung Teknologi dan Partisipasi Warga

Rumah Kompos Kota Batu tidak hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi juga telah dilengkapi dengan mesin pencacah, pengayak kompos, dan ruang fermentasi yang mempercepat proses pengomposan. Setiap harinya, sampah organik dikumpulkan, dipilah, dan diproses hingga menjadi pupuk yang siap digunakan dalam waktu 2–4 minggu.

Rumah Kompos
Rumah Kompos

Baca juga: Aktivasi Polindes, Pemkot Batu Teken Kontrak dengan Nakes

Selain itu, pemerintah daerah juga terus menggandeng masyarakat dan komunitas lokal untuk terlibat aktif dalam pengumpulan sampah organik dari sumbernya, seperti sekolah, hotel, restoran, dan rumah tangga.

“Optimalisasi Rumah Kompos ini menjadi bagian penting dari visi kami menuju Kota Batu yang ramah lingkungan dan bebas sampah. Kami ingin memberi contoh bahwa sampah itu bukan musibah, tapi bisa jadi berkah jika dikelola dengan benar,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu.

Manfaat Nyata Bagi Lingkungan dan Pertanian

Selain mengurangi beban TPA, hasil kompos dari Rumah Kompos juga memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian di Batu yang dikenal sebagai sentra hortikultura dan agrowisata. Kompos yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah, meningkatkan hasil panen, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menciptakan lapangan kerja baru dan membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular, seperti penjualan pupuk organik, pelatihan pengomposan, dan edukasi lingkungan.

Langkah Menuju Kota Bebas Sampah 2027

Optimalisasi Rumah Kompos ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Pemerintah Kota Batu untuk mewujudkan Kota Bebas Sampah (Zero Waste City) pada tahun 2027. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) secara konsisten.

Dengan semakin maksimalnya peran Rumah Kompos, Kota Batu membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang modern dan berbasis masyarakat dapat menjadi kunci menciptakan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dari sampah jadi manfaat, dari limbah jadi berkah – inilah semangat hijau Kota Batu.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.