, ,

Terobosan Sumbergondo Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

oleh -595 Dilihat

Revolusi Hijau di Batu: Dari Kandang Komunal Sumbergondo, 8.8 Ton Kotoran Ternak Disulap Jadi Pupuk Organik Penyejahtera Warga

Kota Batu- semakin serius mewujudkan visinya sebagai kawasan pertanian dan peternakan terintegrasi yang berkelanjutan. Sebuah terobosan nyata hadir dari Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, di mana sebuah konsep kandang komunal tidak hanya memudahkan peternak, tetapi juga telah melahirkan siklus ekonomi sirkular yang menjanjikan bagi seluruh komunitas.

Terobosan Sumbergondo Wujudkan Pertanian Berkelanjutan
Terobosan Sumbergondo Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Baca Juga : Kesunyian Yang Menyayat Di Bekas Pusat Keramaian Ternak

Setiap bulannya, kandang komunal yang dihuni oleh 260 ekor domba ini menghasilkan 8.814 kilogram kotoran ternak. Angka yang dahulu mungkin hanya dianggap sebagai limbah, kini berhasil diubah menjadi berkah dan nilai tambah ekonomi yang signifikan. Sejak dua pekan lalu, seluruh produksi kotoran ternak tersebut secara resmi disetorkan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumbergondo untuk diolah menjadi pupuk organik berkualitas.

Dari Limbah Menjadi Emas Hijau: Proses dan Potensi

Melalui kemitraan strategis antara pengelola kandang dan BUMDes, kotoran domba tersebut memasuki proses transformasi. Heriyanto, pemilik bilik 99 Farm, mengungkapkan bahwa setiap ekor domba rata-rata menghasilkan 1,13 kg kotoran per hari.

“Kami tidak lagi memandang kotoran ternak sebagai masalah, melainkan sebagai bahan baku industri yang punya nilai jual tinggi. Pupuk organik hasil olahan ini nantinya akan dipasarkan secara luas, mendukung pertanian ramah lingkungan di wilayah kami,” papar Heriyanto.

Dengan kapasitas produksi mencapai 60 kuintal (6.000 kg) pupuk organik per bulan, BUMDes Sumbergondo siap memenuhi kebutuhan para petani. Pada tahap awal, produksi ini diorientasikan untuk melayani petani sayur di Desa Sumberbrantas yang telah menyambut antusias dan menyatakan kesiapan mereka menerima pasokan ini.

Terjangkau dan Berkelanjutan: Solusi Bagi Petani

Salah satu daya tarik utama pupuk organik dari Sumbergondo adalah harganya yang sangat kompetitif. Anditya Fitrawan, Ketua BUMDes Sumbergondo, membeberkan bahwa untuk satu kemasan pupuk seberat 25 kilogram, petani hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 18.000.

Pada pengiriman perdana dua pekan lalu, BUMDes telah mengolah 1.200 kg kotoran ternak yang berhasil menghasilkan 50 kemasan pupuk siap jual. Ini adalah sebuah permulaan yang menggembirakan dari sebuah siklus ekonomi yang mandiri.

Menuju Produksi Massal: Persiapan dan Proyeksi ke Depan

Inisiatif di Desa Sumbergondo ini adalah contoh nyata bagaimana pengelolaan sumber daya lokal secara cerdas dan kolaboratif dapat menciptakan dampak ganda: menyelesaikan masalah limbah, menciptakan nilai ekonomi baru, sekaligus mendukung gerakan pertanian berkelanjutan. Keberhasilan model kandang komunal dan pengolahan pupuk organik ini tidak hanya menyuplai “emas hijau” untuk petani, tetapi juga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk menciptakan kemandirian dan kesejahteraan dari hal-hal yang paling dekat dengan mereka.

Meningkatkan Kapasitas dan Memperluas Dampak

Kesuksesan tahap awal ini mendorong BUMDes Sumbergondo untuk berinovasi lebih jauh. Selanjutnya, tim pengelola tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga secara aktif menjalankan program sosialisasi. Mereka mendatangi kelompok-kelompok tani di seputaran Kecamatan Bumiaji untuk mendemonstrasikan langsung keunggulan pupuk organik mereka.

“Kami ingin para petani melihat sendiri buktinya. Oleh karena itu, kami membagikan sampel gratis dan memberikan panduan penggunaannya. Hasilnya, minat mereka meningkat pesat, bahkan melampaui ekspektasi kami,” tutur Anditya dengan semangat.

Sementara itu, di kandang komunal, para peternak merasakan manfaat langsung dari kolaborasi ini. Mereka tidak lagi pusing memikirkan pembuangan kotoran ternak. Sebaliknya, limbah tersebut kini justru memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi mereka. Heriyanto menambahkan, “Sistem ini menciptakan lingkungan peternakan yang lebih bersih dan sehat. Akibatnya, kesehatan domba-domba kami pun semakin terjaga.”

Visi Ke Depan: Menjadi Sentra Pertanian Organik

Pencapaian ini bukanlah titik akhir. Kedepannya, BUMDes Sumbergondo telah menyusun rencana strategis untuk mengembangkan produk turunan. Mereka sedang mengeksplorasi pembuatan pupuk cair organik dan pestisida nabati untuk melengkapi produk pupuk padat yang sudah ada.

Selain itu, inisiatif ini juga mulai menarik perhatian Pemerintah Kota Batu. Dinas Pertanian setempat berencana menjadikan Desa Sumbergondo sebagai percontohan desa mandiri energi dan pupuk. “Dukungan dari pemerintah daerah akan membuka peluang yang lebih besar. Misalnya, kami berharap dapat mengakses bantuan mesin pencacah yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas produksi,” harap Anditya.

Model ini dengan jelas membuktikan bahwa sustainability dan profitabilitas dapat berjalan beriringan. Pada akhirnya, perjalanan Desa Terobosan Sumbergondo ini tidak hanya tentang menghasilkan pupuk, tetapi tentang menumbuhkan kemandirian, memberdayakan komunitas, dan merawat bumi untuk generasi yang akan datang.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.